Bank DKI Jalin Kolaborasi Bank Pembangunan Daerah dengan Bank Maluku Malut

KAWULA INDONESIA – Dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait Konsolidasi Bank Umum, PT Bank DKI melakukan kerja sama sinergi dan kolaborasi dengan PT Bank Maluku Malut melalui skema Kelompok Usaha Bank.

Adapun simbolis kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Balaikota DKI Jakarta yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy dan Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar

MoU juga disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Gubernur Maluku, Murad Ismail, PJ. Bupati Maluku Tengah, Muhamat Marasabesy.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan, Bambang Widjanarko, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 1 DKI Jakarta & Banten, Roberto Akyuwen, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 6 Sulawesi Maluku Papua, Darisman, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Maluku, Roni Nazra, beserta seluruh pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jajaran Direksi Bank DKI dan BUMD DKI Jakarta.

Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy dalam sambutannya menyampaikan, kolaborasi BPD ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat struktur, ketahanan dan daya saing perbankan daerah. Harapannya, mampu mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, serta sebagai upaya untuk mendorong BPD mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi.

“Sehingga bank tidak hanya tangguh di lingkup domestik, namun juga kompetitif di lingkup regional,” katanya dalam acara tersebut, Selasa (27/9/2022).

Fidri menyampaikan, melalui kolaborasi Bank Pembangunan Daerah yang dilakukan, Insya Allah akan banyak sekali manfaat yang dapat dikembangkan. Diantaranya, penguatan infrastruktur teknologi akan semakin efisien dan berdaya saing tinggi.

“Sehingga memberikan competitive advantage antara lain, kerjasama Co Branding berupa digital banking e-channel (JakCard, Jakone Mobile, Jakone Pay/digital lending, dan CMS) serta Peningkatan daya saing BPD melalui akselerasi pertumbuhan bisnis baik dari sisi funding maupun lending,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini menurutnya, juga akan meningkatkan potensi business matching yang dapat dilakukan melalui ekosistem masing-masing BUMD seperti ekspansi ekosistem bisnis dan pemenuhan supply yang terdapat di daerah diantaranya seperti sektor pariwisata/tourism, pangan, maupun pemberdayaan UMKM masing-masing daerah dan Kolaborasi BUMD antar wilayah, ditandai dengan berbagai peluang bagi Pemerintah wilayah Bank dalam berkolaborasi mewujudkan ketahanan pangan memberikan ruang bagi BUMD agar mampu mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Sebagaimana diketahui, di tengah kondisi perekonomian yang masih belum pulih sepenuhnya, di tahun 2021 dan semester I tahun 2022 Bank DKI mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif dan berada diatas pertumbuhan rata-rata perbankan nasional. Tercatat, Berdasarkan laporan keuangan periode Agustus 2022, Bank DKI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 33,5% Yoy menjadi Rp669 miliar dari sebelumnya sebesar Rp501 miliar pada periode Agustus 2021.

Bank DKI juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 23,6% pada periode Agustus 2022 menjadi Rp44,5 triliun dibanding periode Agustus 2021 sebesar Rp36,0 triliun. Selain kredit, Bank DKI juga berhasil mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 37,0% (yoy) dari semula sebesar Rp44,95 triliun pada kuartal II 2021 menjadi sebesar Rp60,73 triliun pada kuartal II 2022. Aset Bank DKI juga tercatat meningkat sebesar 31,0% pada periode Agustus 2022 menjadi Rp74,4 triliun dibanding periode sebelumnya sebesar Rp56,8 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar menyampaikan bahwa, kolaborasi ini merupakan suatu langkah maju dan taktis dalam upaya pemenuhan regulasi sesuai Arsitektur Perbankan Indonesia (API), dimana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor : 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang mewajibkan seluruh bank di indonesia memiliki modal inti minimum sebesar Rp3.000.000.000.000,- (tiga triliun Rupiah), khusus untuk BPD diberikan kelonggaran waktu untuk memenuhi ketentuan tersebut sampai dengan akhir tahun 2024.

“Kami sangat berterimakasih atas support luar biasa dari Gubernur Maluku, Bapak Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail selaku pemegang saham pengendali, seluruh pemegang saham lainnya serta dukungan, bimbingan dan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Otoritas Jasa Keuangan Regional 6 – Makassar dan Otoritas Jasa Keuangan Regional 1 – Jakarta sehingga kolaborasi ini dapat diawali dengan penandatanganan MoU,” terangnya.

Ia menambahkan, setelah penandatanganan MoU, masih ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan yaitu diperlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perubahan terhadap Anggaran Dasar Perseroan, selanjutnya perlu adanya persetujuan DPRD dalam bentuk Peraturan Daerah serta langkah terakhir diperlukan penandatangan perjanjian kerjasama yang mengikat.

Adapun saat ini, kinerja Bank Maluku Malut sangat baik, antara lain ditunjukkan dengan kinerja keuangan utama seperti rasio CAR sebesar 27,68 %, rasio ROA sebesar 2,99 %, rasio ROE sebesar 16,73 %, rasio BOPO sebesar 70,83 %, rasio NPL net yang terkendali sebesar 0,77 % dan rasio LDR sebesar 77,98 %, Tingkat Kesehatan Bank dengan nilai peringkat komposit 2 serta Hasil audit Laporan Keuangan PT.

“Bank Maluku Malut oleh Kantor Akuntan Publik dengan opini laporan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” terang dia.

Dengan berbagai perbaikan yang telah kita lakukan, Bank DKI berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi, diantaranya penghargaan 15 Bank Terbaik di Indonesia versi majalah Forbes Indonesia dan satu-satunya BPD yang masuk kedalam daftar tersebut, penghargaan Infobank TOP BUMD Awards 2022 dan TOP CEO BUMD Awards 2022, penghargaan 27th Infobank Awards 2022 kategori Special Performance Bank kategori Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 2  dengan Aset Rp50 Triliun Sampai dengan di Bawah Rp100 Triliun, Golden Trophy dengan Predikat kinerja ‘Sangat Bagus’ Selama 5 Tahun Beruntun dan Predikat kinerja ‘Sangat Bagus’ kategori KBMI 2 dengan Aset Rp50 Triliun Sampai dengan di Bawah Rp100 Triliun, Penghargaan Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award 2022 kategori Popular Digital Brand, hingga penghargaan TOP GRC Awards 2022 kategori #4 Stars dan Kategori The Most Commited GRC Leader 2022.

Selain itu, Bank DKI juga berhasil mendapatkan sejumlah sertifikasi penting yakni Sertifikasi SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang diterbitkan oleh TUV Nord Indonesia (Badan Sertifikasi Internasional Asal Jerman yang diakui oleh Komite Akreditasi Nasional) dan Sertifikasi ISO 27001:2013 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi Pada Layanan SuperApps JakOne Mobile yang diterbitkan oleh TUV Rheinland Indonesia.

“Penandatanganan MoU Rencana Kelompok Usaha Bank antara Bank DKI dan Bank Maluku Malut tentunya diharapkan menjadi langkah yang tepat dalam upaya pengembangan ekosistem bisnis antar daerah khususnya antara Provinsi DKI Jakarta dengan Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, sehingga kedepannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tutup Fidri.