Bank DKI Terima ISO 27001: 2013 untuk Penyediaan Layanan Super Apps JakOne Mobile

KAWULA INDONESIA – Sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas keamanan informasi, Bank DKI berhasil menerima Sertifikasi ISO 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi pada Penyediaan Layanan Super Apps JakOne Mobile dari TUV Rheinland Indonesia.

Adapun acara penyerahan sertifikat standar internasional di bidang teknologi informasi yang berlangsung Rabu, 31 Agustus 2022 tersebut juga dihadiri oleh Roberto Akyuwen selaku Kepala OJK Kantor Regional 1 DKI Jakarta dan Banten, serta Onny Widjanarko selaku Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta. Sertifikasi tersebut diserahkan Edmundus Wiharyono selaku Direktur TUV Rheinland Indonesia kepada Amirul Wicaksono selaku Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI.

Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono mengatakan, melalui sertifikasi ini, Bank DKI telah meletakkan komitmen penting pemenuhan regulasi seperti Peraturan Bank Indonesia (PBI), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), serta Peraturan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), mengingat bank sebagai industri strategis yang harus melindungi data dan layanan nasabah terutama dalam penerapan Cyber Security.

“ISO 27001 membantu Bank DKI dalam mengelola dan melakukan mitigasi risiko atau ancaman keamanan, yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan nasabah dan mitra kerja untuk menggunakan produk dan layanan Bank DKI, khususnya pada produk perbankan digital seperti aplikasi JakOne Mobile,” ungkapnya melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Sebagai informasi, ISO 27001 merupakan standar internasional mengenai keamanan informasi yang dapat membantu organisasi dalam membangun dan menerapkan sistem manajemen pengamanan informasi menyeluruh, mencakup aspek kebijakan & tata kelola, SDM, Teknologi dan keterlibatan manajemen.

Dalam proses meraih ISO 27001, Bank DKI mengawali dengan penetapan ruang lingkup terutama layanan digital JakOne Mobile dan data penting bagi bisnis Bank DKI yang harus dilindungi. Selanjutnya, dilakukan gap analysis untuk mendapatkan gambaran/potret kondisi keamanan informasi di Bank DKI dan melakukan perbandingan sesuai ketentuan standar ISO meliputi aspek people, process & technology.

Tahap selanjutnya, Bank DKI akan melakukan pemenuhan gap dan audit internal, untuk kemudian melakukan audit sertifikasi bersama pihak TUV Rheinald sebagai lembaga yang sudah terakreditasi sesuai persyaratan regulator.

Bank DKI juga terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi melalui pengembangan aplikasi New Jakone Mobile dengan tampilan UI/UX yang lebih menarik dan user friendly serta fitur yang semakin lengkap, mulai dari pembayaran bermacam tagihan dan belanja online, top up uang elektronik, bersedekah/ berdonasi untuk sesama hingga mengamankan dana darurat melalui pembukaan deposito dan pembukaan rekening tabungan secara online serta transaksi Scan by QRIS.

Adapun sampai kuartal II 2022, pengguna aplikasi JakOne Mobile telah mencapai 1,7 juta pengguna dengan jumlah nominal transaksi mencapai Rp9,1 triliun, serta volume transaksi mencapai 10,8 juta transaksi. Transaksi QRIS melalui JakOne Mobile juga tumbuh 742% (yoy) menjadi Rp22,4 miliar dibanding kuartal II 2021 sebesar Rp2,6 miliar.

Diterimanya ISO 27001:2013 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi ini menambah deretan sertifikasi berstandar internasional yang diterima oleh Bank DKI. Sebelumnya, Bank DKI telah menerima dan menerapkan Sertifikasi ISO 9001:2015 Manajemen Mutu tentang ketentuan pengadaan dan pengelolaan aset tetap, serta SNI ISO 37001 :2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Hal ini menjadi bukti bahwa proses tata kelola yang berjalan di Bank DKI, akan terus ditingkatkan serta mengacu pada standar internasional yang berlaku.

Bank DKI sebagai lembaga jasa keuangan bidang perbankan berkewajiban melindungi data nasabah dan layanan JakOne Mobile sebagai produk digital banking unggulan yang utama.

“Sejak dikembangkan dan diluncurkan pada tahun 2017, kami ingin JakOne mobile tidak hanya mampu menjawab kebutuhan transaksi perbankan digital nasabah, namun juga mampu bersaing sebagai aplikasi mobile banking yang unggul dengan keandalan, kenyamanan dan keamanan yang terus ditingkatkan,” tutup Amirul.