Pelaku Ekraf Harus Perkuat Jiwa Entrepreneurship Hadapi Tantangan Ekonomi

Gemawira (Gerakan Masyarakat Wirausaha)

Pelaku Ekraf Harus Perkuat Jiwa Entrepreneurship Hadapi Tantangan Ekonomi

KAWULA INDONESIA – Guna meningkatkan peluang kebangkitan ekonomi dengan terbukanya lapangan kerja di Pekanbaru, terutama sektor pariwisata, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengajak pelaku pariwisata dan ekonomif, untuk terus memperkuat jiwa dan semangat entrepreneurship.

“Terutama di tengah tantangan ekonomi yang ada di depan mata akibat ancaman krisis global,” ujar Menparekraf Sandiaga saat menghadiri acara pelatihan ekonomi kreatif bersama Gemawira (Gerakan Masyarakat Wirausaha), Sabtu (20/8/2022) di Karambia Cafe, Pekanbaru.

Lebih lanjut Menparekraf mengatakan, di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat sudah dihadapkan dengan tantangan ekonomi dengan naiknya harga-harga kebutuhan bahan pokok akibat krisis global.

“Karenanya kita harus dapat meningkatkan penghasilan yang salah satunya adalah dengan memiliki usaha. Kita harus punya keahlian,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Pelatihan ini, dikatakan Sandiaga, menjadi salah satu upaya pihaknya berkolaborasi dengan berbagai kalangan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para pelaku ekonomi kreatif.

Ia optimistis pelaku ekonomi kreatif di Kota Pekanbaru dapat meraih peluang dengan melihat dari potensi yang ada. Dunia yang sedang menghadapi tantangan seperti krisis pangan dan energi, dapat dijawab oleh pelaku ekraf di Pekanbaru karena wilayah ini memiliki sumber daya energi juga pangan yang tinggi.

“Provinsi Riau merupakan salah satu penghasil sawit yang tinggi, dan banyak limbahnya yang belum dimaksimalkan. Karenanya melalui pelatihan ini kita harapkan produk-produk seperti hand sanitizer juga sabun cuci tangan dapat menjadi peluang untuk dipasarkan tidak hanya di Pekanbaru tapi ke daerah-daerah lain,” kata Sandiaga.

Sandiaga juga menambahkan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan BPOM agar dapat mempercepat proses sertifikasi bagi produk-produk UMKM ekraf. Sehingga nantinya peluang produk tersebut untuk dipasarkan lebih luas dapat dilakukan.

“Kami akan percepat prosesnya dan akan koordinasi dengan pemerintah kota dan provinsi agar produk-produk yang dihasilkan masuk dalam e-katalog lokal sehingga target penyerapan antara Rp500 sampai Rp600 triliun dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi 1,7 sampai 2 persen secara nasional dapat terwujud,” kata Sandiaga.

PJ Wali Kota Pekanbaru Muflihun menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenparekraf/Baparekraf dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Pekanbaru.

“Kami telah menyiapkan gedung promosi bagi UMKM sehingga diharapkan dapat meningkatkan peluang dari pelaku ekraf untuk berkembang,” kata Muflihun.(Adhit)