Sanur Village Festival 2022 Ciptakan Multiplier Effect Bagi Pelaku Parekraf

Festival Musik Tahunan

Sanur Village Festival 2022 Ciptakan Multiplier Effect Bagi Pelaku Parekraf

KAWULA INDONESIA – Event nasional yang masuk dalam rangkaian Kharisma Event Nusantara (KEN)  seperti ‘Sanur Village Festival 2022’, dapat memberikan multiplier effect yang besar bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Demikian ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin.  Dalam sambutannya saat membuka ‘Sanur Village Festival 2022’ di Pantai Matahari Terbit, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Bali beberapa saat lalu, Menparekraf Sandiaga memberikan apresiasi kepada Yayasan Pembangunan Sanur dan stakeholders terkait, yang telah sukses menggelar kembali Sanur Village Festival yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.

Sanur Village Festival adalah acara musik tahunan yang sudah dilangsungkan sejak tahun 2006. Dan pada tahun ini, Sanur Village Festival berlangsung selama lima hari pada 17 – 21 Agustus 2022.

Festival musik tahunan ini dimeriahkan oleh sejumlah musisi ternama tanah air. Diantaranya Gigi, Ardhito Pramono, Mahalini, The Overtunes, dan Pongki Barata. Selain juga melibatkan kurang lebih 150 pelaku UMKM yang menyuguhkan ragam makanan dan minuman, fesyen, dan kriya.

“Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa kontribusi PDB ekonomi kreatif Rp4,8 triliun di tahun 2022 dan kalau kita lihat bahwa festival musik ini memiliki peran yang sangat besar, selain untuk mendatangkan wisatawan mancanegara, ada juga kuliner, kriya yang memberikan kontribusi yang luar biasa,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Tercatat sebelum pandemi COVID-19 melanda, perputaran ekonomi pada Sanur Village Festival mencapai Rp40 miliar. Sementara, untuk tahun 2022 ditargetkan 50 persen dari capaian sebelum pandemi atau sekitar Ro20 miliar.

“Saya prediksi dengan kegiatan ini paling tidak menambah setengah sampai satu persen pertumbuhan ekonomi Bali, sehingga target kuartal ketiga dan keempat mencapai empat sampai lima persen, seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan juga penciptaan lapangan kerja sekitar 1,1 juta secara nasional khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah kegiatan seperti ini,” kata Sandiaga lagi.

“Apalagi kita akan memasuki KTT G20 di mana multiplier effect  dari event Sanur Village Festival 2022 harus menjadi sarana promosi pariwisata Bali dan ekonomi kreatif,” katanya.

Menparekraf Sandiaga berharap  Kharisma Event Nusantara seperti Sanur Village Festival, Ubud Jazz Festival, Pesta Kesenian Bali, Denpasar Festival, hingga Penglipuran Village Festival dapat membawa semangat baru dan menjadi daya ungkit bagi kesejahteraan masyarakat Bali dengan semangat G20 recover together, recover stronger.

“Dan memastikan Pulau Dewata sebagai top of mind bagi wisatawan, kita harus jaga terus pariwisata kita,” kata Sandiaga.

Tak luput Chairman Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra juga menyampaikan syukurnya karena Sanur Village Festival hadir kembali setelah dua tahun terhenti.

“Kami dapat merasakan tiap tahunnya Sanur Village Festival semakin diminati, bermanfaat bagi semua kalangan. Jadi ini memberikan ruang kepada seniman, memberikan ruang kepada insan kreatif yang kita harapkan menginspirasi pertumbuhan percepatan perekonomian karena banyak stakeholders yang terlibat di dalamnya,” ujar Ida Bagus.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Industri Dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Henky Hotma Parlindungan Manurung; Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani Mustafa; dan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani.

Hadir pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati; Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati; Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara; dan para pejabat pemerintah daerah Bali dan stakeholders terkait.(Rafa)