Menikmati Keseruan Perayaan Kemerdekaan RI di Kawasan Wisata Bukit Dewi Manggung

Kolaborasi UMKM Subang, UMKM DKI Jakarta dan UMKM Banyumas

Menikmati Keseruan Perayaan Kemerdekaan RI di Kawasan Wisata Bukit Dewi Manggung

KAWULA INDONESIA – Ada keseruan yang mengasyikkan di Desa Wisata Bukit Dewi Manggung saat merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-77 ini.  Sejumlah rangkaian acara yang sangat menarik, yang merupakan kolaborasi penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Subang, UMKM DKI Jakarta dan UMKM Banyumas, membuat semarak kawasan Desa Wisata Bukit Dewi Manggung. Sebuah kawasan yang kini dicanangkan sebagai ‘hub’ destinasi wisata dengan fungsi sebagai etalase seni budaya Subang Selatan.

Acara yang tersaji menjadi hiburan menarik bagi para pengunjung, wisatawan serta warga sekitar Desa Wisata Bukit Dewi Manggung, terutama yang disajikan masyarakat khususnya UMKM Desa Wisata di Kecamatan Tanjungsiang Subang Selatan.

Balutan udara yang menyejukkan serta pemandangan alam sekitar nan indah, menambah kenyamanan para pengunjung. Yah, disuguhi dengan pemandangan alam perbukitan dengan udara fresh full oxygen, semakin menambah keseruan pengunjung dan masyarakat, saat menyaksikan serta mengikuti aneka perlombaan dan pagelaran seni budaya. Tak luput, sajian kuliner khas Sunda, DKI Jakarta dan Jateng turut mewarnai keseruan perayaan HUT Kemerdekaan RI kali ini.

Hadirnya para UMKM binaan ini, mampu memuaskan para penyewa Glamping (Glamour Camping) untuk healing bersama keluarga. Apalagi adanya fun games dan flyingfox menambah kepuasan para pengunjung.

Para pengunjung juga dapat merasakan kearifan lokal desa wisata yang baru berdiri satu tahun ini, seperti berlatih langsung dalam permainan angklung serta ikut beraksi dalam beladiri Pencak Silat Jawara Subang Selatan yang dipimpin Bapak Firdaus Cahyadi, S.Pdl.

Yang tak kala menariknya yaitu turut terlibat dalam lomba Tarik tambang dan lomba makan kerupuk, yang menjadi keseruan acara perayaan kemerdekaan di Tanjungsiang Subang Selatan ini. Sementara di desa Wisata Sindanglaya terpantau warga antusias mengikuti Panjat Pinang dengan hadiah yang selalu dinanti setiap tahunnya.

Perayaan HUT Kemerdekaan RI ini juga berlangsung di malam hari.  Dalam suasana dingin berkabut setelah diguyur hujan deras, para pengunjung Bukit Dewi Manggung menikmati suguhan alunan ‘Kacapi Biola’ di Aula BuDeMang. Kreativitas para seniman Tanjungsiang, dengan aransemen tambahan musik biola ini membuat musik tradisional Sunda terdengar indah.

Uniknya musik ini dilakukan oleh sebuah keluarga di Tanjungsiang Subang yang melakukannya turun temurun sejak jaman kemerdekaan 1945 hingga sekarang.

Kesuksesan acara yang didukung 7 Desa wisata lainnya ini, yang merupakan rangkaian kegiatan Tujuhbelasan di Desa Wisata Bukit Dewi Manggung, tak lepas dari kreatifitas Teges Ratna Ayu Ningrum (25 tahun).  Wanita yang memimpin Desa Wisata Bukit Dewi Manggung ini, mempersiapkan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 77 dengan mengambil tagline ‘Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat’.

Menikmati Keseruan Perayaan Kemerdekaan RI di Kawasan Wisata Bukit Dewi Manggung
Lomba Tarik Tambang menambah keseruan acara

“Tagline ini sangat berarti bagi warga Subang Selatan. Hal ini sejalan dengan harapan yang diusung kegiatan ini, yaitu kekuatan kolaborasi antara UMKM Subang, UMKM DKI Jakarta, dan UMKM Jateng yang mampu ikut serta membangkitkan ekonomi Indonesia,” ungkap Teges.

Sementara itu Ketua Desa Wisata Nusantara (Dewisnu) asal Banyumas, Eko Katamto menambahkan bahwa Tagline kemerdekaan ke 77 ini juga sesuai dengan penyatuan tentang konsep sepahaman pergerakan antara UMKM Banyumas Jateng, DKI Jakarta dan Subang.

“Konsep yang terpenting  adalah keseharusan yang harus di lakukan. Urgent bagi kita semua. Karena dengan adanya kolaborasi, pengalaman serta ilmu baru, sangat bagus untuk ekspansi secara wilayah bagi produk UMKM itu sendiri. Dengan demikian perekonomian pulih lebih cepat. Dengan Kolaborasi UMKM ini, Indonesia akan bangkit lebih kuat,” kata Eko.

Lebih lanjut Eko juga menambahkan, bahwa UMKM ketiga kota ini telah melakukan kolaborasi antar peserta UMKM dengan baik. Pendampingan dilakukan dengan cara menyatukan konsep, membangun chemistry, mengadakan pelatihan guna membangun kekuatan SDM UMKM, penguatan produk.

“Sehingga produk secara subsantif bisa naik kelas secara pemasaran. Dengan demikian terjadi peningkatan perekonomian.  Untuk itu semua terjalin bergerak melakukan action,” ujar Eko.

Optimis dan semangat dari kolaborasi 3 kota ini juga dirasakan oleh Udan Karyawan, salah satu tokoh Masyarakat Desa Cibuluh yang juga merupakan salah satu pimpinan di Bukit Dewi Manggung. Udan bersama Nova Maulana (Noval) Ketua Desa wisata Pasanggrahan, desa wisata air di Kasomalang subang selatan, adalah dua orang penggagas Kegiatan parade Seni Budaya tahun ini.

“Di sini pengunjung juga dapat melakukan wisata air Pasanggrahan yang unik, juga dapat menikmati kelezatan UMKM Subang,” ujar Udan.

Sajian tari ‘Kaulinan Lembur’ juga sarat dengan pesan unik, yaitu untuk  mengembalikan anak-anak ke zaman dimana permainan tradisional tersebut ada.

“Makanya, permainan ini harus tetap dilestarikan, tidak boleh punah dan harus terus dijaga serta diturunkan ke anak cucu kita,” ungkap Udan menegaskan.

Tak heran, jika wisata Desa Bukit Dewi Manggung (disingkat BuDeMang) adalah daerah yang menjadi etalase konsep Ekowisata, seni dan budaya Sunda yang kekinian.  Dan saat ini, Bukit Dewi Manggung bersama 7 sahabat desa lainnya menjadi salah satu bagian yang membuat ‘Subang Full Of Charm’ (makna tagline dari Logo Branding Wisata Kabupaten Subang tahun 2022).(Niel)