Kemenparekraf Apresiasi Festival Adat dan Budaya Nusantara I di Bali

Upaya melestarikan budaya dan mempromosikan pariwisata Indonesia

Kemenparekraf Apresiasi Festival Adat dan Budaya Nusantara I di Bali
Sekertaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani membuka Festival Adat dan Budaya Nasional I

KAWULA INDONESIA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi penyelenggaran Festival Adat dan Budaya Nusantara I yang digelar di Kabupaten Klungkung, Bali.  Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam melestarikan budaya dan ajang silaturahmi antar kerajaan dan lembaga adat di Tanah Air.

Menanggapi kegiatan ini, Menparerkraf Sandiaga salahuddin Uno menjelaskan, melalui pariwisata, budaya dapat dilestarikan dan diapresiasi. Di sisi lain, budaya dapat menjadi ciri destinasi dan atraksi wisata yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian lokal.

“Atraksi budaya bisa sebagai daya tarik wisatawan, sehingg berbagai potensinya dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang kerja,” ungkap Sandiaga.

Sementara itu, Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani saat menghadiri Festival Adat dan Budaya Nusantara I di Klungkung, Bali, budaya dan pariwisata dapat saling menghidupkan dan menyejahterakan, sehingga kelestarian budaya tetap terus terjaga.

“Kami mengapresiasi Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Adat Nusantara (DPP MATRA) atas inisiatifnya dalam penyelenggaraan Festival Adat dan Budaya Nusantara sebagai wujud inovasi dan kolaborasi untuk terus melestarikan budaya,” ujar Ni Wayan Giri Adnyani.

Lebih lanjut Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, penyelenggaraan event ini selain sebagai upaya untuk mempererat silaturahmi antar kerajaan dan lembaga adat, juga dapat menggali potensi ekonomi serta menunjukan kepedulian dan pelestarian budaya nusantara.

Nilai keunikan yang terdapat pada event ini, juga dapat menjadi atraksi untuk mempromosikan pariwisata Indonesia secara nasional maupun internasional.

“Kami mengajak semua pihak untuk dapat berpartisipasi dalam upaya melestarikan budaya dan mempromosikan pariwisata sebagai upaya pemulihan ekonomi sehingga Indonesia dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” ujarnya.

Festival Adat dan Budaya Nusantara I digelar pada 16 hingga 19 Agustus 2022. Sebanyak 211 kerajaan dari seluruh nusantara yang tergabung dalam Masyarakat Adat Nusantara (Matra), dan ada belasan perwakilan kerajaan dari mancanegara yang hadir.

Festival Adat dan Budaya Nusantara yang pertama kali diadakan ini adalah upaya memperkuat silaturahmi kerajaan dan lembaga adat sekaligus menggali potensi ekonomi serta menunjukkan kepedulian pada ketahanan adat dan budaya nusantara.

Dipilihnya Bali sebagai tuan rumah acara, selain ingin membangkitkan pariwisata yang terdampak pandemi dalam 2 tahun terakhir, juga karena Pulau Dewata memiliki kekayaan adat dan budaya kerajaan ataupun masyarakat adat yang masih terpelihara dengan baik, serta saling bersinergi dan tetap lestari hingga kini.(Rafa)