Carta Laminates Ajak Pengguna Dekatkan Diri ke Alam Melalui 24 Motif Baru

KAWULA INDONESIA – Carta Laminates, brand produk High Pressure Laminates (HPL) dari Vivere Group berupaya mengajak pengguna untuk mendekatkan diri ke alam melalui 24 motif yang ditawarkan. Carta meyakini, motif stone dan wood grain tetap menjadi unggulan karena mencerminkan nuansa alam yang ada di Tanah Air.

Direktur PT Prasetya Gema Mulia selaku principal dari Carta Laminates Shirley S Antono mengatakan, tema yang diangkat dalam motif ini adalah ‘The Journey of Wonderful Indonesia’ yang diambil dari keragaman dan keindahan alam Indonesia yang tidak terbatas. Dia mencontohkan, penggunaan warna hijau yang identik dengan daun dan pegunungan.

Kemudian warna coklat yang mencerminkan serat kayu dari pepohonan di hutan. Lalu warna biru melambangkan Indonesia sebagai negara maritim karena dikelilingi lautan.

“Peluncuran warna baru ini juga terinspirasi dari nama Carta, yang berarti kertas (diambil dari bahasa latin), yang bertujuan untuk mengingatkan setiap penggunanya untuk mendekatkan diri ke alam,” kata Shirley saat jumpa pers di Gedung South78, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada Kamis (14/7/2022).

Shirley berharap, warna baru ini  bisa menjadi inspirasi bagi dunia interior Indonesia. Hal ini juga yang menjadi komitmen Carta Laminates untuk terus berkembang dan berinovasi dalam bahan pelapis furnitur untuk properti tersebut.

“Dengan memberikan warna segar pada koleksi Carta Laminates juga turut menjawab kebutuhan pasar dan memberikan lebih banyak pilihan untuk konsumen kami,” ujar Shirley.

Kata dia, produk Carta Laminates memiliki peran penting terutama untuk memperindah interior ruangan. Umumnya HPL diterapkan sebagai panel dinding rumah seperti di ruang tamu, kamar tidur dan yang lainnya.

Lantaran terbuat dari lapisan kertas yang diproses dengan bahan kimia, produk HPL tidak bisa digunakan pada eksterior bangunan dan juga ruang lembab seperti di kamar mandi. “Kalau HPL itu untuk gloss furniture atau untuk panel-panel, misal seperti di dinding dan khusus untuk kebutuhan interior. Jadi HPL itu tidak dipakai untuk keperluan eksterior dan enggak boleh di daerah yang lembab atau basah,” imbuhnya.

Meski demikian, Shirley memastikan, selama diterapkan di ruang yang tepat, produk Carta Laminates ini cukup awet dan tahan lama. Bahkan produknya telah memenuhi standar internasional dengan Wear Resistance hingga 400 cycles atau dalam artian sampai 400 kali digosok dengan kencang baru bisa pudar.

Selain itu, HPL juga terbilang mudah untuk dibersihkan. Jika terdapat noda menempel bisa dihilangkan dengan lap kering microfiber biasa.

“Jadi kalau ada kotoran atau kecipratan sesuatu tinggak dibersihkan pakai lap microfiber alias tidak perlu digosok pakai sabun,” imbuh dia.

Selain peluncuran warna dan katalog baru, acara perayaan ulang tahun ke-4 Carta Laminates ini juga dimeriahkan dengan beberapa kegiatan. Bukan hanya ditujukan untuk para pelaku profesional di bidang interior design, acara ulang tahun Carta Laminates yang bertema K4RNAVAL ini juga menjadi one-stop solution bagi mereka yang menyukai bidang desain interior dan eksterior, seni, kreativitas, hingga para perajin.

“Ini didukung dengan seminar Furniture Meets Technology oleh Wood Nerd Indonesia, workshop fotografi oleh Mario Wibowo, dan melukis di atas HPL bersama Bartega Studio. Setiap pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan tersebut secara gratis dengan melakukan registrasi,” jelas Shirley.