Yuk, ikutan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari Mendikbud Ristek!

Mahasiswa PMM angkatan 2

Yuk, ikutan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari Mendikbud Ristek!

KAWULA INDONESIA – Bagi mahasiswa-mahasiswi yang ingin menambah ilmu pengetahuan lagi, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim mengajak untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan kedua.

PMM adalah salah satu program unggulan yang dikemas dari Ditjen Diktiristek, dimana program ini membuka peluang bagi pada mahasiswa dan mahasiswi yang ingin menimba ilmu lagi diluar dari program studi dan perguruan tinggi asal mereka sekolah.

“Saya menawarkan kepada adik-adik mahasiswa di seluruh Indonesia, terutama yang saat ini sudah menduduki semester 3, 5, dan 7. Yuk, ikut mendaftar Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 2,” ajak Nadiem pada sosialisasi PMM 2 secara daring.

Mahasiswa PMM angkatan 2 ini, akan melaksanakan proses pembelajaran dalam kebhinekaan, terutama bagi mereka yang sudah masuk kuliah semester 3, 5, atau 7 di perguruan tinggi, yang berada di klaster pulau berbeda dari perguruan tinggi pengirim dan domisili asalnya.

Dengan demikian, hal ini akan membentuk suatu kesempatan dan wadah pertemuan yang dinamis antara mahasiswa, dosen, dan perguruan tinggi, melalui kegiatan akademik dan nonakademik tentang keberagaman budaya wilayah setempat.

PMM 2 juga merupakan kegiatan Modul Nusantara yang memiliki nilai bobot 4 sistem kredit semester (SKS). Kegiatan tersebut akan memberikan pengalaman kebinekaan yang dikemas dalam beberapa kegiatan khusus.

“Saya yakin, adik-adik mahasiswa yang ikut program adalah para pelajar Pancasila, para calon pemimpin yang akan mendorong pemulihan dari pandemi lalu membawa Indonesia melompat ke masa depan,” ungkap Nadiem lagi.

Interaktif mahasiswa dalam program ini menjadi sangat menarik, karena kegiatan dalam Modul Nusantara yang terdiri atas kebinekaan adalah, adanya  aktivitas eksplorasi keanekaragaman budaya, agama, dan sejarah di kawasan perguruan tinggi penerima inspirasi yang diselenggarakan, untuk menggali inspirasi dari figur-figur inspirasi daerah refleksi melalui diskusi, gelar wicara (talk show), dokumentasi, dan tulisan.  Termasuk  kontribusi sosial yang dilakukan dengan beragam aktivitas.

Agar program ini dapat terselenggara dengan baik serta menjadi kesempatan bagi mahasiswa lainnya untuk mendapatkan pengetahuan yang relevan, yang akan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan, Nadiem pun meminta kepada para pimpinan perguruan tinggi, untuk memfasilitasi mahasiswanya mengikuti program-program MBKM termasuk PMM 2 ini.

Dalam pelaksanaannya, program ini dapat melatih keterampilan (skills) kepemimpinan, karena di lokasi penempatan, mahasiswa akan bertemu dengan lingkungan dan budaya baru, berkenalan dengan teman-teman baru, serta berhadapan dengan tantangan-tantangan baru. Di sinilah ketangguhan para mahasiswa akan diuji.

“Kalian ditantang menjadi pemimpin bagi diri sendiri yang mampu mengambil keputusan yang tepat dan bijak di tengah kondisi yang berbeda,” ujar Nadiem.

Diharapkan akan tumbuh pemimpin yang dapat berkolaborasi dan bergotong royong, menghargai berbagai perbedaan, serta mencintai keragaman yang ada di masyarakat itu sendiri. Hal-hal ini akan dihadapi oleh para peserta ketika menjalani kuliah di luar daerah asal, dan para mahasiswa akan menjadi penebar nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang menguatkan semangat kebinekaan global.(Unge)