Para Pengusaha Minta Keringanan Bayar THR

Tidak Semua Pengusaha sudah stabil

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)

KAWULA INDONESIA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menegaskan kepada pengusaha agar pada lebaran tahun 2022 ini, harus membayarkan penuh Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya.

Hal tersebut membuat sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), berharap agar aturan tersebut dapat dibuat fleksibel.  Sehingga, bagi para pengusahan yang masih tidak mampu, dapat dikasih kesempatan untuk bipartite, yaitu perundingan antara gabungan pengusaha dan serikat pekerja.

Meskipun kondisi ekonomi saat ini mulai bergerak, namun sejumlah pengusaha mengakui masih berat untuk memenuhi tuntutan pembayaran full THR karena kondisi perusahaan yang memang belum stabil.

“Urusan dalam perusahaan memang tidak ada yang tahu, jadi memang kalau sudah soal begini kalau ditanya apakah wajib memberikan THR, yah memang harus. Tapi, kembali lagi pada kemampuan perusahaan itu, kalau betul-betul tidak sanggup silahkan berunding dengan pekerjanya,” ungkap Anton J Supit, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo.

Seperti diketahui, saat ini kinerja usaha memang mulai membaik, seiring dengan pengendalian pandemi COVID-19 dan kelonggaran mobilitas masyarakat. Namun demikian, pemulihan tiap sektor berbeda-beda.  Tak bisa dipukul sama rata bahwa semua perusahaan mampu membayar THR secara penuh tanpa dicicil.  Tidak bisa dipaksakan kalau ternyata kondisi perusahaan juga masuh ‘rawan.’

“Takutnya, pilihan si pengusaha malah akhirnya menutup usahanya itu karena ketidakmampuannya ini,” ujar Anton lagi.(Lia)