KAWULA INDONESIA-Kementrian Perdagangan mengkhawatirkan pasokan bahan pokok yang bergantung pada impor akan terganggu. Kekhawatiran itu muncul akibat perang Rusia dengan Ukraina di saat meningkatnya permintaan dalam negeri.

“Kemendag terus memantau harga komoditas internasional dan situasi geopolitik akibat konflik Rusia-Ukraina yang mengganggu pasokan khususnya bapok yang bersumber dari impor seperti kedelai dan tepung terigu,” kata
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (30/3/2022).

Oke menjelaskan, terdapat empat komoditas pangan dalam negeri yang bergantung pada impor mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan secara tahunan.

Pertama, harga gandum tercatat pada perdagangan 25 Maret 2022 mencapai USD 399 per ton atau naik 93,6 persen dari posisi tahun lalu sebesar USD 188 per ton.Kedua, harga kedelai di pasar dunia sudah menembus Rp 8.875 per kilogram atau naik 95,6 persen dibanding posisi tahun lalu sebesar Rp 4.528 per kilogram.

Komoditas ketiga, yaitu harga sapi pada perdagangan 22 Maret 2022 tercatat menyentuh angka USD 4,28 per kilogram atau naik 72 persen dari pencatatan USD 2,49 per kilogram secara tahunan.

Keempat, harga gula konsumsi mencapai Rp 7.802 per kilogram pada 25 Maret 2022 alias naik 51,6 persen dibanding tahun lalu yang hanya Rp5.145 per kilogram.

“Namun demikian, berdasarkan hasil koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi terkait ketersediaan pasokan selama Lebaran dan Idul Fitri 2022 dipastikan cukup dengan ketahanan antara 1,1 sampai 2 bulan ke depan,” ungkapnya.(dri)