Antara Minyak Goreng Curah dan Minyak Goreng Kemasan

Konsumen harus pintar

Antara Minyak Goreng Curan dan Minyak Goreng Kemasan

KAWULA INDONESIA – Langka dan mahalnya harga minyak goreng belakangan ini, banyak masyarakat yang mulai beralih dari konsumsi minyak goreng kemasan ke minyak goreng curah.  Secara umumnya, masyarakat hanya tahu bahwa minyak goreng curah kualitasnya tidak sebagus minyak goreng kemasan.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun pernah berkomentar, bahwa masyarakat boleh mengkonsumsi minyak goreng curah, yang penting sudah melalui proses penyulingan ulang serta dikemas dengan kemasan baik dan higienis.

Lantas, apa sih bedanya minyak goreng kemasan dengan minyak goreng curah?  Yuk, cari tahu!

Sebenarnya, minyak goreng curah maupun minyak goreng kemasan berasal dari tanaman sawit, lalu diolah untuk menghasilkan minyak.  Letak pengolahan inilah, yang membedakan menjadi minyak curah dan minyak kemasan.

Minyak goreng curah diolah dengan mengalami satu kali penyaringan, sementara minyak goreng kemasan mengalami dua kali atau lebih penyaringan.  Proses penyaringan yang dilakukan beberapa kali inilah, yang akhirnya membuat minyak kemasan cenderung berwarna lebih bening, dan lebih disukai banyak orang.

Proses penyaringan ini mempengaruhi kualitas minyak goreng yang dihasilkan.  Dan berdasarkan persyaratan SNI, minyak goreng curah cenderung tidak memenuhi pada satu kriteria, yaitu syarat bilangan peroksida.  Karena angka peroksida menunjukkan tingkat kerusakkan minyak akibat oksidasi.

Soal higienitas pun juga jadi masalah.  Minyak goreng curah yang dijual kepada konsumen, distribusinya tidak menggunakan kemasan, juga tidak ada label dan merek. Dengan kondisi terbuka seperti ini, minyak goreng curah cenderung terpapar oksigen dan cahaya yang lebih besar dibanding minyak kemasan. Paparan oksigen, cahaya, dan suhu tinggi menjadi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi oksidasi.

Selain itu, ada beberapa tahapan dalam pembuatan minyak goreng curah hingga sampai ke tangan pedagang.  Minyak goreng curah yang merupakan produk turunan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oils/CPO), sebelumnya akan menjalani tahap pemurnian (refining), pemutihan (bleaching), dan penghilangan bau (deodorizing).

Lalu hasilnya biasanya dikemas dengan menggunakan wadah drum lalu didistribusikan menggunakan mobil tangki ke berbagai pasar di pelosok negeri.(Niel)