Bagaimana Proses Perjalanan Sertifikasi Halal? Yuk Cari Tahu…

BPJPH, LPH, dan MUI

Bagaimana Proses Perjalanan Sertifikasi Halal? Yuk Cari Tahu…

KAWULA INDONESIA – Vaksin Merah Putih tak lama lagi akan segera terbit sertifikat halalnya yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham. Lebih lanjut, Aqil merinci proses penerbitan sertifikat halal suatu produk yang dikenal dengan istilah sertifikasi halal. Untuk menetapkan kehalalan suatu produk yang diajukan pelaku usaha, harus melalui BPJPH bekerjasama dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan MUI.

Saat ini ada tiga LPH di Indonesia, yaitu: LP POM MUI yang sudah lama berdiri,  LPH Sucofindo dan LPH Surveyor Indonesia. Ketiganya telah menjalankan tugas dalam melakukan kegiatan pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk di dalam proses sertifikasi halal. Selain 3 LPH tersebut, saat ini masih ada sembilan calon LPH baru,  yang masih dalam proses akreditasi untuk ditetapkan sebagai Lembaga Pemeriksa Halal.

“LPH ini melakukan audit pemenuhan kehalalan produk. MUI melakukan sidang fatwa halal kalau produk itu sudah diaudit LPH. Hasil sidang fatwa itu diserahkan ke BPJPH untuk diterbitkan sertifikat halal,” ujar Aqil.

Dalam proses layanan sertifikasi halal, ketiga badan yaitu BPJPH, LPH, dan MUI merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan, karena ketiganya membentuk relasi interdependensi dalam layanan sertifikasi halal di Indonesia.  Namun demikian, masing-masing memiliki kewenangan yang berbeda, dan tidak boleh saling intervensi.

“Masing-masing punya kewenangan. Sesuai regulasi, Komisi Fatwa MUI mengeluarkan ketetapan halal yang harus disampaikan kepada BPJPH. Selanjutnya, BPJPH menerbitkan sertifikat halal,” pungkasnya.

Kronologis perjalanan sertifikasi halal adalah sebagai berikut : setelah Pihak Pengajuan  mendaftarkan proses sertifikasi halal kepada BPJPH, kemudian produknya diverifikasi oleh petugas BPJPH.  Setelah itu produk diteruskan ke LPH untuk di audit, yakni LPPOM MUI. Butuh waktu tidak sebentar untuk melakukan proses  audit LPH ini.

Setelah diaudit oleh LPPOM, MUI menggelar sidang fatwa, kalau lolos maka MUI siap menerbitkan penetapan kehalalan. Begitu hasil audit dari LPH dan ketetapan halalnya selesai diunggah MUI, maka BPJPH akan segera menerbitkan sertifikat halalnya.(Niel)