Kasus Covid Kembali Naik, Ini Syarat Pengguna Kereta Api

KAWULA INDONESIA – Ditengah naiknya angka penyebaran Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) tetap memberikan pelayanan dengan memberikan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“KAI tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan konektivitas melalui kereta api dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan secara ketat,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/2/2022).

Joni mengatakan, hingga saat ini syarat naik kereta api masih belum ada perubahan, masih mengacu pada SE Kemenhub Nomor 97 Tahun 2021.

Ia menegaskan, KAI akan mengikuti dan mematuhi kebijakan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 melalui transportasi kereta api.

KAI juga mengingatkan pelanggan untuk selalu menjaga protokol kesehatan baik saat berada di stasiun maupun selama dalam perjalanan.

Berikut adalah persyaratan naik kereta api sesuai SE Kemenhub No 97 tahun 2021:

KA jarak jauh:

a. Pelanggan di atas 12 tahun, wajib vaksin minimal dosis pertama. Jika belum dapat divaksin karena alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis atau dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin. hasil negatif rapid test antigen yang berlaku 1×24 jam.

b. Pelanggan di bawah 12 tahun, menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang berlaku 1×24 jam dan ditemani orang tua.

KA lokal:

a. Pelanggan di atas 12 tahun, wajib vaksin minimal dosis pertama. Jika belum dapat divaksin karena alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis atau dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin.

b. Pelanggan di bawah 12 tahun, bersama orang tua.

Lanjut dia, jika calon pelanggan KA jauh tidak dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antigen atau PCR, maka dapat mengajukan tiket dengan biaya administrasi 25 persen.

Pengajuan tiket dapat dilakukan di setiap stasiun atau aplikasi KAI Access maksimal 30 menit sebelum keberangkatan KA.

Pelanggan kereta api harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat Celcius.

Pelanggan juga diwajibkan untuk menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, serta tidak diizinkan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau langsung sepanjang perjalanan.

Selanjutnya, pelanggan tidak diperbolehkan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari dua jam, serta bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

KAI juga meminta pelanggan untuk mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama, dan menggunakan hand sanitizer.

“KAI memastikan pelanggan yang naik kereta api adalah pelanggan yang kondisinya sehat dan memenuhi persyaratan. Bagi pelanggan yang tidak memenuhi persyaratan akan ditolak untuk naik kereta api,” ujar Joni.

Untuk menciptakan physical distancing, KAI juga membatasi kapasitas tempat duduk kereta api yang dijual sesuai ketentuan pemerintah yaitu 80 persen untuk KA jarak jauh dan 70 persen untuk KA lokal.

KAI akan mengikuti kebijakan pemerintah dalam hal protokol kesehatan kereta api.

Joni mengatakan, seluruh pegawai KAI telah divaksin dua kali dengan tujuan untuk melindungi para pegawai dan pelanggan dari paparan COVID-19.

Saat ini, KAI juga sudah mulai melakukan vaksinasi booster bagi pegawai sebagai upaya untuk memperkuat perlindungan dari COVID-19 termasuk varian Omicron.

KAI juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh pegawai guna memastikan kesehatan pegawai. Hal ini diperlukan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh pelanggan di seluruh area kerja KAI.

“KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan dengan menyediakan konektivitas melalui transportasi kereta api yang aman dan sehat,” pungkas Joni. (iT)