Inovasi Sandal Khusus Wisatawan ke Borobudur, Jadi Peluang Usaha

Balai Konservasi Borobudur memberi julukan sendal diberi nama Upanat

Inovasi Sandal Khusus Wisatawan ke Borobudur, Jadi Peluang Usaha
Sandal khusus dibuat warga sekitar kawasan wisata

KAWULA INDONESIA – Inovasi kerap dilakukan dalam pengembangan objek wisata yang sudah berjalan.  Salah satunya adalah, bakal hadirnya ‘sandal khusus’ yang diperuntukkan bagi wisatawan, yang akan naik ke struktur terbatas Candi Borobudur.  Hal ini guna menjaga kelestarian dan keutuhan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.

Sandal yang oleh Balai Konservasi Borobudur diberi nama Upanat ini, wajib digunakan wisatawan yang akan naik ke Candi agar tidak merusak tangga dan struktur bangunan lainnya yang ada di sekitar Candi. Namun lebih dari itu, sandal ini akan membuka peluang usaha masyarakat karena sandal-sandal ini akan diproduksi UMKM yang tinggal di sekitar kawasan Borobudur, dengan menggunakan bahan-bahan yang juga ada di kawasan objek wisata ini.

Hal tersebut membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno sangat mengapresiasi.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi pemakaian sandal khusus yang dibuat oleh masyarakat sekitar kawasan Borobudur,” ungkap  Sandiaga, usai melakukan Rakor Percepatan Pembangunan DPSP Borobudur serta peninjauan Concourse pada zona 2 Candi Borobudur, yang merupakan bagian dari penataan kawasan Borobudur sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) oleh KemenPUPR (14/1/2022)

Menparekraf juga memperkirakan, dengan diproduksinya sandal ini, akan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja. Jika demikian, hal ini menjadi kebangkitan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat, karena masyarakat sudah betul-betul membutuhkan kebangkitan ekonomi khususnya di kawasan Borobudur.

Terkait dengan penataan kawasan Borobudur, Menparekraf Sandiaga juga turut menyampaikan apresiasi, karena penataan yang dilakukan akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya adalah penataan Concourse pada zona 2 Candi Borobudur.

Selain itu juga penataan gerbang masuk kawasan Candi Borobudur seperti Gerbang Palbapang dan Gerbang Kembang Limus.  Pembangunan Gerbang Palbapang sudah 100 persen, tinggal kesiapan dari pemerintah daerah untuk menyiapkan pengoperasian serta pemeliharaan.

“Saya pastikan bahwa pembangunan ini tidak menyalahi guidance, tidak menyalahi kaidah dan ini dilakukan sepenuhnya dengan konsultasi terhadap pihak-pihak yang berkompeten, jadi dapat dipastikan bahwa pembangunan ini semua dalam lingkup koridor yang sudah ditetapkan melalui pelestarian Borobudur,” kata Sandiaga.(Niel)