KAWULA INDONESIA–Kunjungan turis asing yang datang ke Indonesia jeblok hingga 75 persen. Kini, jumlah kunjungan turis mancanegara hanya berkisar 4 juta.

Penurunan itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kunjungan wisatawan lokal yang hanya turun 30 persen. Berdasarkan data, jumlah kunjungan turis lokal sebanyak 330 juta.

“Wisatawan internasional 2019 kurang lebih 16 juta, tapi saat covid-19 turun 75 persen,” ungkap Menteri BUMN Erick Thohir┬ádalam peluncuran Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, Kamis (13/1/2022).

Dengan fenomena ini, Erick berharap pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung akan kembali menghidupkan sektor pariwisata usai dihantam pandemi. Pemerintah akan mulai dulu dengan mendorong kunjungan wisatawan lokal.

“Kami bentuk holding tidak lain karena kami ingin fokuskan bagaimana kesempatan untuk membangun dan menciptakan potensi pariwisata domestik,” ujar Erick.

Kata Erick pemerintah telah mengintegrasikan seluruh perusahaan BUMN yang berkaitan dengan pariwisata dalam holding. Dengan demikian, mereka bisa terkonsolidasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Ekosistem ini namanya mega ekosistem, kenapa? Karena bisa terintegrasi satu dengan yang lain,” ungkap Erick.

Sebagai informasi, anggota Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).(dri)