KAWULA INDONESIA-Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi USD 1.340/MT.

Kementerian Perdagangan mencatat harga minyak goreng curah sebesar Rp17.900 per liter di 3 Januari 2022. Sedangkan harga minyak goreng kemasan sederhana dijual sebesar Rp18.500 per liter, dan minyak goreng premium sebesar Rp20.300 per liter.

“Kenaikan harga CPO ini menyebabkan harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan,” ujar M Lutfi, kemarin.

Menurut Lutfi untuk menjaga harga minyak goreng kemasan sederhana di kisaran Rp14.000 per liter, Pemerintah akan menggunakan instrumen subsidi menggunakan dana yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

“Pemerintah, di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian akan menggunakan dana pengelolaan BPDP KS untuk kebutuhan pangan, khususnya dalam rangka menstabilkan harga minyak goreng,” ujarnya lagi.

Kata Lutfi, penyediaan minyak goreng kemasan sederhana merupakan respons pemerintah terhadap kenaikan harga minyak goreng belakangan ini.

Sebelumnya, penyaluran minyak kemasan sederhana dengan harga Rp14.000 per liter yang selama masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, telah dilakukan melalui ritel modern. Ini akan diperluas melalui pasar tradisional dan tetap melaksanakan operasi pasar.

“Kami memastikan stok minyak goreng tetap tersedia dengan harga terjangkau sehingga masyarakat dapat memperoleh minyak goreng di semua pasar baik ritel modern maupun di pasar tradisional,” tegas Lutfi.(dri)