KAWULA INDONESIA-Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto, berharap harga cabai di Indonesia akan kembali normal mulai Januari tahun depan.

“Mudah-mudahan Januari akhir sudah stabil,” ujar Prihasto kepada wartawan kemarin.

Menurut Prihasto setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan harga cabai dalam satu bulan terakhir naik signifikan.

Pertama adalah karena faktor cuaca. Prihasto menjelaskan, memasuki musim hujan ini para petani baru memulai musim tanam cabai untuk persiapan lebaran tahun depan. Sehingga peredaran cabai berkurang karena belum memasuki musim panen.

Kedua adalah karena faktor harga cabai yang sempat jatuh pada periode September sampai Oktober 2021. Kendati harganya yang naik signifikan, Prihasto mengatakan pasokan cabai untuk kebutuhan nasional masih stabil.

“Sementara masih aman, agak terdistrosi sedikit wajar karena memang permintaan sedikit meningkat saat nataru,” ungkap Prihasto.

Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), cabai merupakan komoditas yang tercatat naik secara signifikan. Harga cabai dalam kurun waktu satu bulan mengalami lonjakan sebesar dua kali lipat.

Harga cabai rawit merah misalnya, dari data terbaru (16/12) menunjukkan harga cabai rawit merah mencapai Rp 86.500 per kg, dibandingkan satu bulan sebelumnya (16/11) hanya Rp 37.450 per kg.(dri)